Menurut AMPERA, cara penanganan jalan nasional di Nias yang menjadi tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara melalui PPK 3.5 masih bersifat reaktif dan sebatas memenuhi administrasi – bukan berdasarkan perencanaan jangka panjang dan manajemen aset yang baik.

“Seolah-olah negara hanya ingin jalan terlihat ‘baik’ di lembaran laporan. Padahal jika dilihat dari fungsi dan daya tahannya, jalan itu sudah tidak layak sejak proses pembuatannya,” tegas Yason.

Kondisi Geografis Harus Jadi Dasar, Bukan Alasan
AMPERA menegaskan, karakteristik Pulau Nias yang rawan longsor, banjir, dan memiliki curah hujan tinggi seharusnya menjadi landasan untuk menerapkan standar teknis khusus – bukan dijadikan alasan untuk membenarkan kerusakan yang terus berulang akibat praktik yang tidak tepat.

“Kita sudah tahu dari awal bahwa Nias adalah daerah rawan bencana. Maka pendekatannya harus benar-benar struktural dan dirancang agar tahan banting. Tambal sulam hanya menunda kerusakan, bukan menyelesaikan akar masalah,” jelasnya.

AMPERA mengajak pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta semua pihak terkait, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional di Nias – termasuk mengklarifikasi dugaan-dugaan yang muncul terkait pekerjaan yang dilaksanakan oleh PPK 3.5. Organisasi ini juga mendesak agar proses perencanaan, pengawasan, hingga penggunaan anggaran dan material dibuka secara transparan.

“Uang negara tidak boleh terus-terusan terbuang sia-sia hanya untuk menutup lubang yang sama setiap tahun. Jalan nasional adalah cerminan wajah negara – dan di Pulau Nias, wajah itu kini terlihat penuh retakan dan bekas tambal sulam yang tak kunjung hilang,” pungkas Yason.

Hingga berita ini dibuat, upaya konfirmasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Sumatera Utara sekaligus perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara, Theofilus Ginting, melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan tanggapan apapun./Setiaman Zebua.