Komentar lain dari akun Ama Gisel Zebua bahkan mengurai panjang makna “tokoh” sebagai sosok yang dinilai telah memberi kontribusi nyata, netral, dan dihormati lintas kalangan. Pernyataan-pernyataan tersebut mencerminkan pergeseran opini publik dari semata persoalan insiden di lapangan menjadi evaluasi terhadap kapasitas figur yang mencoba mengambil peran penengah.

Perdebatan ini muncul di tengah sensitivitas masyarakat Nias pascainsiden pembubaran aksi AMPERA serta polemik ucapan Zulkifli Backill yang sebelumnya menuai kritik karena dianggap merendahkan kualitas sumber daya manusia Nias. Kombinasi dua isu tersebut membuat ruang publik kian emosional dan responsif terhadap setiap perkembangan kasus.

Meski Ilham Mendrofa disebut telah berupaya mempertemukan kedua belah pihak dan memfasilitasi dialog berjam-jam di Mapolres Nias, kenyataan bahwa mediasi berakhir tanpa kesepakatan membuat sebagian publik mempertanyakan efektivitas pendekatan non-litigasi dalam konflik sosial ini. Hingga kini, proses hukum atas laporan yang diajukan pihak AMPERA tetap berjalan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa di era digital, legitimasi seorang figur publik tidak hanya diuji di ruang pertemuan resmi, tetapi juga di ruang opini warganet. Ketika mediasi gagal menghadirkan titik temu, penilaian publik pun bergerak cepat, menguji klaim kepemimpinan, pengaruh, dan kapasitas seorang tokoh di hadapan masyarakat yang semakin kritis./Red.