Komisaris Utama PT Arsari Tambang, Hashim S. Djojohadikusumo, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas terwujudnya pabrik tersebut. Meski saat ini baru memiliki satu jalur produksi (line), pihaknya menargetkan pengembangan hingga delapan line ke depan.
“Dalam karier saya, saya pernah memimpin proyek yang jauh lebih besar. Namun, proyek yang kita resmikan hari ini justru sangat membanggakan karena menjadi bukti bahwa kita mampu kompetitif dalam hilirisasi. Dengan mengendalikan biaya konstruksi dan produksi, saya yakin kita bisa bersaing,” ungkap Hashim.
Ia juga berharap dukungan dari pemerintah daerah dapat terus berlanjut sehingga investasi PT STANIA dapat diperluas seiring berkembangnya pasar. Kehadiran PT STANIA juga menjadi langkah konkret dalam mendukung program hilirisasi mineral timah di dalam negeri.
Direktur Utama PT Arsari Tambang, Aryo P.S. Djojohadikusumo, turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan pabrik ini.
“Pabrik ini sangat bermakna bagi kami. Sesuai semangat pemerintah, investasi ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas, mendukung hilirisasi mineral timah dalam negeri,” ujarnya.
Turut hadir dalam peresmian tersebut Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM RI, Todotua Pasaribu, Forkopimda Provinsi Kepri dan Kota Batam, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya./Red.

