Terkait modal yang dapat diberikan, Pietra mengatakan nilainya bervariasi sesuai kebutuhan dan kualifikasi pelaku usaha.
“Tetapi kembali lagi, harus juga diberikan pemahaman bahwa risiko yang kami miliki juga ada. Oleh karena itu, kualifikasi, persyaratan, dan lainnya tentu harus dilengkapi. Dan inilah yang hari ini mereka dapatkan, informasi yang lebih jelas mengenai hal tersebut,” tegasnya.
Pietra juga menekankan bahwa pembiayaan BTN bukan sekadar menyalurkan dana, tetapi memastikan dana tersebut digunakan tepat sasaran untuk mengembangkan usaha.
“Pelaku UMKM harus membawa kegiatan ekonomi yang betul-betul produktif. Bukan hanya sekadar membutuhkan pinjaman, tetapi memastikan penggunaannya untuk kemajuan usaha mereka,” tambahnya.
Pesan ini sejalan dengan komitmen BTN memperkuat manajemen risiko di seluruh lini, termasuk pembiayaan UMKM. Kehadiran Komite Risiko dan unit pengawasan internal dalam acara ini menunjukkan keseriusan BTN membangun budaya finansial yang sehat dan menghindarkan UMKM dari jebakan penggunaan dana yang tidak produktif.
Selain fokus pada pembiayaan, BTN di bawah jajaran komisaris juga aktif menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sebelumnya, Pietra turut menyerahkan bantuan alat terapi bagi anak berkebutuhan khusus di Batam, menunjukkan bahwa peran BTN tidak terbatas pada perbankan semata, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
Melalui Sosialisasi UMKM BTN Usaha di Makassar ini, BTN menegaskan perannya sebagai mitra strategis UMKM, bukan hanya penyedia modal, tetapi juga pendamping yang memberikan edukasi, membangun kesadaran risiko, dan mendorong pengelolaan usaha yang tangguh. Harapannya, UMKM di Sulawesi Selatan dapat tumbuh mandiri, berdaya saing, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah./Red.

