Amsakar menjelaskan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan melalui IKM dan UKM bukan hanya menopang pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja serta penurunan angka kemiskinan. Namun, ia menyoroti adanya empat tantangan utama yang harus diurai oleh pelaku usaha, yaitu manajemen usaha, permodalan, kemasan produk, dan pemasaran.
“Hari ini kita fokus pada penguatan kemasan, karena kemasan yang baik akan memberi nilai tambah dan daya saing lebih pada produk. Di era sekarang, kemasan bisa menentukan laris atau tidaknya suatu produk,” ujar Amsakar.
Ia berharap pelatihan ini diikuti dengan serius, sehingga mampu meningkatkan kualitas dan daya pikat produk pascapelatihan. Pemerintah Kota Batam, kata Amsakar, telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung, termasuk akses pinjaman hingga Rp20 juta tanpa agunan dan bunga melalui program bersama dirinya dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia.
“Manfaatkan seluruh fasilitas yang telah kami siapkan untuk mengangkat derajat UMKM kita. Tingkatkan kapasitas dan pemberdayaan agar pelaku usaha bisa bersaing di kancah nasional, regional, hingga internasional,” tambah Amsakar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, pengurus Dekranasda Kota Batam, serta para pelaku usaha dan pengrajin yang menjadi peserta pelatihan./Red.

