Politisi dari Partai Nasdem ini menyatakan bahwa permasalahan internal ini sangat memalukan dan mencoreng citra Kabupaten Nias. Terlebih lagi, dengan diterbitkannya surat edaran yang memberitahukan bahwa pelayanan pasien yang memerlukan tindakan bedah di RSUD Dr. M. Thomsen Nias tidak dapat dilakukan.
Maspena menambahkan bahwa seharusnya permasalahan internal RSUD Dr. M. Thomsen dapat diselesaikan oleh pihak manajemen. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
“Saya melihat pihak manajemen lebih fokus dan sibuk melakukan klarifikasi di berbagai media tanpa ada pembenahan dan solusi penyelesaian masalah internal. Hal-hal seperti ini justru membuat masyarakat bosan, apalagi RSUD Dr. M. Thomsen ini satu-satunya rumah sakit rujukan BPJS dan ini berkaitan dengan nyawa manusia,” ujarnya pada Kamis (21/08).
Maspena berharap Bupati Nias segera turun tangan dan mengambil langkah yang tepat untuk menyelesaikan persoalan ini, sehingga masyarakat dan pasien tidak kesulitan untuk mendapatkan pengobatan, terutama bagi pasien yang memerlukan tindakan bedah.
“Kita sangat prihatin dengan situasi yang terjadi di RSUD Dr. M. Thomsen. Ini adalah masalah serius yang harus segera diselesaikan. Masyarakat Kepulauan Nias membutuhkan pelayanan kesehatan yang optimal dan kami tidak ingin ada tenaga medis yang tidak dimanfaatkan secara maksimal,” tegas Maspena.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Dr. M. Thomsen Nias belum memberikan keterangan resmi terkait masalah ini. Upaya konfirmasi langsung dan melalui pesan singkat WhatsApp belum berhasil mendapatkan respons.
Kasus ini menambah daftar permasalahan yang terjadi di RSUD Dr. M. Thomsen. Sebelumnya, rumah sakit ini juga disorot terkait isu insentif yang belum dibayarkan dan keluhan pasien terhadap pelayanan yang kurang memadai./Red.

