Polemik internal yang melibatkan sejumlah dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Thomsen Nias dan pihak manajemen rumah sakit menjadi sorotan utama dalam beberapa pekan terakhir.
Perhatian publik ini bermula dari pemberitaan di berbagai media massa yang menyoroti ketidakhadiran dr. Victor KF Tel Sp.B, dalam menjalankan tugasnya.
Manajemen RSUD Dr. M. Thomsen menyayangkan sikap dr. Victor, yang sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) seharusnya tetap memberikan pelayanan medis dengan penuh tanggung jawab.
Menanggapi hal tersebut, dr. Viktor mengonfirmasi bahwa dirinya telah “diparkir” sejak 7 Agustus 2025 dan posisinya digantikan oleh dr. Yamoguna Zega, Sp.B.
“Meskipun demikian, sebagai ASN di lingkungan Pemkab Nias, saya tetap hadir setiap hari di RSUD Dr. M. Thomsen Nias dan melaksanakan kewajiban face print pagi dan sore,” jelas dr. Viktor kepada media ini melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (20/08).
Ketika ditanya mengenai alasan pemberhentian dirinya dari pelayanan pasien bedah, dr. Viktor enggan memberikan komentar lebih lanjut. Ia mengarahkan awak media untuk mengonfirmasi langsung kepada direktur RSUD atau pihak manajemen terkait.
DPRD Nias Desak Solusi
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nias, Maspena Gulo turut angkat bicara mengenai permasalahan yang terjadi di RSUD Dr. M. Thomsen.
Politisi dari Partai Nasdem ini menyatakan bahwa permasalahan internal ini sangat memalukan dan mencoreng citra Kabupaten Nias. Terlebih lagi, dengan diterbitkannya surat edaran yang memberitahukan bahwa pelayanan pasien yang memerlukan tindakan bedah di RSUD Dr. M. Thomsen Nias tidak dapat dilakukan.
Maspena menambahkan bahwa seharusnya permasalahan internal RSUD Dr. M. Thomsen dapat diselesaikan oleh pihak manajemen. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
“Saya melihat pihak manajemen lebih fokus dan sibuk melakukan klarifikasi di berbagai media tanpa ada pembenahan dan solusi penyelesaian masalah internal. Hal-hal seperti ini justru membuat masyarakat bosan, apalagi RSUD Dr. M. Thomsen ini satu-satunya rumah sakit rujukan BPJS dan ini berkaitan dengan nyawa manusia,” ujarnya pada Kamis (21/08).
Maspena berharap Bupati Nias segera turun tangan dan mengambil langkah yang tepat untuk menyelesaikan persoalan ini, sehingga masyarakat dan pasien tidak kesulitan untuk mendapatkan pengobatan, terutama bagi pasien yang memerlukan tindakan bedah.
“Kita sangat prihatin dengan situasi yang terjadi di RSUD Dr. M. Thomsen. Ini adalah masalah serius yang harus segera diselesaikan. Masyarakat Kepulauan Nias membutuhkan pelayanan kesehatan yang optimal dan kami tidak ingin ada tenaga medis yang tidak dimanfaatkan secara maksimal,” tegas Maspena.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Dr. M. Thomsen Nias belum memberikan keterangan resmi terkait masalah ini. Upaya konfirmasi langsung dan melalui pesan singkat WhatsApp belum berhasil mendapatkan respons.
Kasus ini menambah daftar permasalahan yang terjadi di RSUD Dr. M. Thomsen. Sebelumnya, rumah sakit ini juga disorot terkait isu insentif yang belum dibayarkan dan keluhan pasien terhadap pelayanan yang kurang memadai./Red.

