Sementara Arga M. Nugraha, Bankir dan Pakar ICT, mendorong kolaborasi lintas sektor sebagai jalan keluar dari ancaman global ini.
Diskusi panel sesi kedua dipandu oleh Rahardjo Satrio Unggul, Wakil Bendahara IRPA. Baik moderator sesi pertama maupun sesi kedua masing-masing mencatat pentingnya menjadikan seminar ini sebagai awal dari perubahan paradigma manajemen risiko.
Seminar Nasional ini diselenggarakan dengan tujuan:
Pertama, mengidentifikasi dan memahami ancaman risiko siber dan risiko iklim yang akan berdampak pada sektor perbankan dan jasa keuangan pada tahun 2025 dan seterusnya.
Kedua, memberikan pengetahuan tentang metode dan struktur yang dapat digunakan untuk mengelola risiko siber dan risiko iklim.
Ketiga, meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan siber yang keberlanjutan dalam membangun sektor perbankan dan sektor finansial yang tangguh dan tahan terhadap perubahan.
Dukungan Sertifikasi Manajemen Risiko
Dalam momen yang sama, dilakukan pula seremoni penyerahan sertifikat Certified Risk Management (CRM) BSMR, gelar non-akademik yang diakui dalam kerangka pengembangan kompetensi manajemen risiko sesuai SE OJK No. 28/SEOJK.03/2022, tentang Sertifikasi Manajemen Risiko bagi sumber daya manusia bank umum. Gelar CRM diberikan oleh BSMR kepada mereka yang telah memiliki jenjang kualifikasi 7.
Sertifikasi ini tidak hanya sebagai bentuk pengakuan, tetapi juga sebagai pemicu peningkatan kualitas sumber daya manusia di industri perbankan dan industri keuangan.
Para peserta yang hadir akan memperoleh Sertifikat Pemeliharaan Kompetensi, yang menjadi syarat perpanjangan bagi pemegang sertifikat manajemen risiko BSMR jenjang kualifikasi 6 dan jenjang kualifikasi 7.
Sebagai penutup, dengan diadakannya seminar ini, diharapkan mampu memberikan wawasan baru dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mitigasi perubahan iklim dan keamanan siber dalam mewujudkan masa depan sektor perbankan dan keuangan yang lebih aman dan berkelanjutan. Mari bersama-sama membangun dunia yang lebih baik dengan memperkuat ketahanan terhadap risiko iklim dan risiko siber di tahun 2025 dan seterusnya.
Seminar ini diharapkan mampu mendorong pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam pembuatan kebijakan dan strategi pengelolaan risiko yang lebih efisien.
Selain itu, diharapkan para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah penting yang akan memengaruhi industri perbankan dan jasa keuangan di masa depan.
Turut hadir dalam seminar ini , yakni Komisaris Independen BTN, Pietra Machreza Paloh didampingi Direktur Operation I Nyoman Sugiri Yasa, Anggota Komite Pemantau Resiko Ignace Widiatmoko dan Pamuji Gesang Raharjo, Anggota Komite Audit Endang A. Suprijatna./Red.

