“Kami juga akan melanjutkan penataan Pulau Penyengat ini untuk tahap ketiga. Termasuk didalamnya melanjutkan sisa perbaikan jalan yang masih belum terselesaikan pada tahap dua. Kemudian di tahap tiga nanti kita juga akan mengembangkan rumah adat, serta pembangunan Tugu Bahasa,” ujar Ansar.

Tidak hanya soal revitalisasi Pulau Penyengat. Dalam kesempatan ini Gubernur Ansar juga meminta dukungan pihak Kementerian PUPR untuk mendukung pembangunan rumah sakit di Pulau Kundur, Kabupaten Karimun. Kemudian pembangunan pasar tipe C di Kabupaten Anambas, serta optimalisasi air bersih di Kota Tanjungpinang.

“Untuk proyek-proyek strategis yang ada di Kepri tersbut kami sangat membutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat. Terutama masalah rumah sakit agar bisa memberikan pelayanan kesehatan yang prima. Begitu juga dengan ketersediaan air bersih di Tanjungpinang, serta pentingnya revitalisasi Pulau Penyengat pada tahap III. Kami ingin Tanjungpinang sebagai ibukota Provinsi Kepri lebih di pandang dan layak dijadikan berandanya Kepri, bahkan beranda Indonesia,” kata Ansar.

Sementara itu Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti menyambut baik permintaan Gubernur Ansar tersebut. Diana mengapresiasi semangat pembangunan di Kepulauan Riau, yang merupakan provinsi kepulauan yang dengan tantangan tersendiri dalam melakukan proses pembangunan.

“Kami akan mendukung sepenuhnya revitalisasi Pulau Penyengat tahap ketiga. Begitu juga dengan rencana proyek-proyek lainnya. Pembahasan ini akan kami laporkan ke Menteri PUPR untuk dibahas lebih lanjut,” kata Diana.

(Red)