TERBAIKNEWS.com | Seorang pelawak tunggal, Priya Prayogha Pratama atau dikenal dengan nama Babe Cabita dikabarkan meninggal dunia pagi ini, Selasa (9/4/2024).

Diketahui, Komika Babe Cabita kelahiran 5 Juni 1989 meninggal di rumah sakit kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sebelumnya, ia diketahui mengidap penyakit langka anemia aplastik.

Sebelumnya, pada akhir 2023, Babe Cabita yang juga seorang aktor tersebut sempat menjalani perawatan dan penanganan di rumah sakit selama beberapa minggu. Saat itu, komika Tanah Air ini merasa tubuhnya lemas dan tidak berdaya.

Waktu itu, kata Babe Cabita di Gedung Trans TV Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (7/9/2023), dirinya mengira awalnya hanya sakit biasa karena kelelahan.

“Aku tuh pertamanya aku ngerasa pusing,” ujar Babe Cabita, kontestan yang berhasil menembus grand final Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV pada musim ketiga di tahun 2013.

Babe Cabita juga mengaku sakit yang diidapnya berbeda dari pengidap anemia biasa. Saat itu ia bukan hanya kekurangan darah merah saja, tetapi juga darah putih.

“Kalau anemia biasa kan yang kekurangan darah itu darah merahnya kan bukan darah putih. Nah kalau aku ini semua,” sambungnya.

Babe Cabita turut menjelaskan soal tulang sumsumnya yang saat itu ternyata tidak bisa memproduksi darah. Anemia aplastik yang diidapnya diketahui setelah dirinya mengecek sumsum tulang belakangnya.

“Jadi kan tulang sumsum itu fungsinya untuk memproduksi darah, nah tulang sumsum aku itu rusak jadinya nggak bisa menghasilkan darah,” tuturnya.

Dikutip dari laman data pusat hematologi, anemia aplastik adalah sebuah kondisi langka dan serius yang terjadi ketika sel darah tidak cukup diproduksi di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh merasa lelah dan dapat meningkatkan risiko perdarahan dan infeksi yang tidak terkontrol.

Penyebab paling umum dari anemia aplastik adalah sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel induk di sumsum tulang. Beberapa orang dengan anemia aplastik juga memiliki kelainan langka yang dikenal sebagai hemoglobinuria nokturnal paroksismal yang menyebabkan sel darah merah terurai terlalu cepat./Red.