Belakangan terungkap, ternyata Asri alias Akim bersama anaknya Bobie Jayanto, terindikasi mengendalikan perdagangan beras ilegal dengan jumlah sangat besar, yakni sekitar 500 petikemas (kontainer) per bulan ke wilayah Kepulauan Riau hingga daratan Pulau Sumatera. Dalam laporan yang disampaikan ke Menteri Pertanian dalam bentuk Pengaduan Masyarakat (Dumas), pelapor menyebut minimal 500 kontainer beras ekspor ilegal, mengalir ke daratan Sumatera dikendalikan oleh Akim dan anaknya Bobie Jayanto.
Seorang nitizen Edwin Dradjat Suska, menyebutkan: Pak Menteri, Indonesia swasembada pangan, rakyat 280 juta makmur sejahtera, tidak ada lagi orang susah cari beras, sidak ke bawah. Disahut sama Khairun Nisa: Tempat penyisiran harga from goverment to rakyat, suppose all price or every pangan beside tax2 opoaene. Gook luck. Beras itu, kata Megat Rury, berasal dari Vietnam, Thailand, dan Philipina.
Melalui sejumlah media, Menteri Pertanian kecele karena beras tangkapan di dalam satu kontainer merupakan produk Indonesia. Tetapi kasus itu diduga permainan aparatur di bawah, untuk mengecoh Menteri Pertanian Amran Sulaiman. ”Pak Menteri Yth, bagaimana dengan beras dari luar yang masuk ke Batam, sekitar 300-500 kontainer per bulannya? Ke Batam Pak Mentan sidak langsung. Jangan dengar laporan manis-manis saja dari bawahan.”
Penelusuran media ini, rokok HD dan OFO dan berbagai produk dari PT Adhi Mukti Persada, beralamat di Mega Jaya Industrial Park Blok D No 3A, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam (alamat lama, sekarang telah pindah secara diam-diam). Pabrik itu sebenarnya memiliki izin sebagai pabrik hasil tembakau, dengan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) dengan nomor 860992577.020400.8120110010424.
Tetapi faktanya, rokok produk HD, OFO dan lainnya beredar tanpa cukai, bukan saja di Batam dengan bebas, tetapi juga hingga ke Kota Tanjungpinang, Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga dan seluruh Proinsi Kepulauan Riau. Bahkan di sepanjang jalan lintas Sumatera mulai dari Aceh hingga Lampung, para pekerja kebun dan petani di wilayah Sumatera sudah kecanduan mengonsumsi rokok HD dan berbagai jenis yang dijual lebih murah tanpa cukai.
Sumber Rilis : Hotel Purajaya
Editor : Red.

