Selama orientasi, peserta juga dibekali dengan pengetahuan tentang pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan pembangunan. Amsakar menyebutkan bahwa acara ini tidak hanya memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga mempererat hubungan antar kepala daerah melalui diskusi dan berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan pembangunan.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kami semua sebagai kepala daerah dapat membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik. Hal ini penting, karena untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan, kita membutuhkan kerjasama antara pusat dan daerah,” tambahnya.
Orientasi kepemimpinan ini juga menyuguhkan berbagai sesi interaktif dan simulasi kepemimpinan yang dirancang untuk melatih peserta dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada di wilayah masing-masing. Amsakar berharap bahwa setelah mengikuti program ini, dirinya dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan dalam menjalankan pemerintahan di Batam.
Selain itu, orientasi kepemimpinan di Akademi Militer Magelang ini juga mengedepankan aspek penting dalam memperkuat ideologi Pancasila, meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia di pemerintahan, serta mempersiapkan pemimpin daerah yang siap menghadapi tantangan global.
“Kami sangat bersyukur dapat mengikuti program ini. Kami percaya, dengan bekal yang kamu peroleh di sini, kami dapat lebih siap dalam memimpin Batam ke arah yang lebih baik, sesuai dengan visi dan misi kami dalam memajukan kota ini,” ujar Amsakar.
Dengan kelulusan dari orientasi kepemimpinan ini, Amsakar Achmad diharapkan dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk terus berinovasi dalam membangun Batam serta berkontribusi pada kemajuan Indonesia secara keseluruhan./Red.

