“Tahun mendatang, enam crane otomatis tambahan akan memperkuat Batam sebagai hub pelabuhan regional,” ungkap Amsakar.

Amsakar menyampaikan bahwa dampak positif investasi terus dirasakan masyarakat. Kesempatan kerja semakin terbuka, sektor usaha kecil dan jasa berkembang, dan pertumbuhan ekonomi Batam tercatat 6,66 persen hingga triwulan III dengan proyeksi mampu mencapai 7 persen pada akhir tahun.

Ia menegaskan pelayanan perizinan kini jauh lebih efisien. Contohnya, PKKPRL yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga dua tahun, kini hanya 14 hari kerja. Begitu pula Amdal yang dapat dituntaskan dalam 39 hari, dengan pengawasan real time melalui dashboard pimpinan agar setiap izin yang terhambat dapat segera dipercepat penyelesaiannya.

Di akhir dialog, Amsakar menyampaikan ajakan terbuka kepada para pelaku investasi. Dengan transformasi digital, kepastian layanan, dan modernisasi infrastruktur, Batam kian memantapkan diri sebagai kawasan investasi global yang kompetitif dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Ini momentum terbaik untuk berinvestasi di Batam. Perizinan semakin cepat, pelayanan semakin pasti, dan regulasi negara mendukung penuh kemudahan berusaha. Batam adalah wilayah yang tepat untuk berinvestasi,” tegasnya./Red.