Kota Batam terus memperkuat diri sebagai pusat investasi nasional yang terhubung dengan pasar dunia.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, dalam program Dialog Penting di GarudaTV pada Kamis (27/11), yang menyoroti kemajuan pesat ekosistem investasi di Kota Batam.
Amsakar menjelaskan, keunggulan Batam berada pada letak geografis yang strategis di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, serta status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/FTZ). Fasilitas ini menjadikan arus barang ke Batam lebih efisien karena mendapatkan berbagai kemudahan fiskal.
“Di bidang perizinan, Pemerintah Pusat telah mengeluarkan regulasi strategis yang memperkuat otoritas daerah dalam penyelesaian layanan investasi,” ujarnya.
“Dengan mandat tersebut, Batam menghadirkan transformasi melalui iBOSS sebagai sistem perizinan terpusat yang lebih cepat dan transparan. Selain itu, Land Management System (LMS) memungkinkan publik mengakses informasi lahan secara terbuka melalui visualisasi digital tiga dimensi, sementara manajemen talenta dan duta investasi membantu mempercepat komunikasi dengan calon investor melalui platform digital,” tambah Amsakar.
Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur juga dikebut. Bandara Internasional Hang Nadim dikembangkan bersama konsorsium Angkasa Pura I, Incheon Airport, dan WIKA melalui revitalisasi Terminal 1, pembangunan Terminal Internasional 2, hingga fasilitas VVIP bertaraf internasional. Pada saat yang sama, Pelabuhan Batu Ampar diperkuat dengan pengoperasian lima unit Ship to Shore Crane (STS Cranes) yang berhasil meningkatkan pertumbuhan bongkar muat kontainer hingga 18 persen dan memangkas waktu tunggu sebesar 50 persen.

