Oleh karena itu, Wamen Nezar Patria menyarankan tiga pendekatan agar urgensi isu lingkungan bisa menjadi perhatian bersama.

“Pertama, Bingkai Tanggung Jawab yang menekankan tanggung jawab kolektif dalam isu lingkungan. Kedua, Bingkai Konsekuensi yang menekankan dampak ekonomi dari perubahan iklim. Dan ketiga, Bingkai Konflik yang menunjukkan ketidakselarasan pandangan berbagai pihak dalam menanggapi isu lingkungan,” tuturnya.

Sementara, untuk meningkatkan sensitivitas dan kesadaran masyarakat mengenai isu lingkungan hidup, Wamenkominfo menyarankan beberapa langkah yang dapat ditempuh jurnalis. Langkah itu merupakan upaya membumikan isu lingkungan supaya tidak lagi sulit dicerna oleh masyarakat kebanyakan.

“Dengan mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, menggunakan diksi yang tepat, mudah, dan terbuka terhadap berbagai sudut pandang, serta menyadari interseksionalitas dampak krisis iklim seperti ketahanan pangan, kelangkaan air, kemiskinan, dan instabilitas politik,” jelasnya.

Wamenkominfo Nezar Patria menegaskan komitmen Pemerintah atas isu lingkungan hidup. Menurutnya dalam pertemuan internasional, terdapat tiga isu krusial yang menjadi perhatian, yaitu pemulihan berkelanjutan pasca pandemi Covid-19, peningkatan aksi berbasis daratan dan lautan untuk perlindungan lingkungan hidup, serta peningkatan mobilisasi sumberdaya untuk perlindungan lingkungan hidup dan pengendalian perubahan iklim.

“Tentunya rekan – rekan jurnalis dan aktivis lingkungan tidak bekerja sendiri Pemerintah pun memiliki perhatian khusus pada isu-isu lingkungan,” tandasnya.

Sumber: Biro Humas Kementerian Kominfo (Siaran Pers No. 449/HM/KOMINFO/11/2023)

(Red)