Dalam arahannya, Wali Kota Amsakar menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam memberikan perhatian serius terhadap pembangunan spiritual masyarakat, salah satunya melalui partisipasi aktif dalam ajang STQH.

“Pemerintah Kota Batam memberikan atensi yang serius dalam membangun generasi Qur’ani. Dan malam ini adalah bukti nyata keseriusan itu. Alhamdulillah, Batam tetap hadir dan membersamai,” ujar Amsakar.

Ia juga mengungkapkan kedekatan batinnya terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan seperti STQ, MTQ, hingga rumah tahfiz, mengingat dirinya pernah cukup lama menjabat sebagai Ketua LPTQ Kota Batam.

“Sudah cukup lama hati saya terpaut dengan hal-hal yang menyangkut STQ, MTQ, rumah tahfiz. Ini bukan sekadar kompetisi, tapi bagian dari bagaimana kita membumikan nilai-nilai Qur’ani di tengah masyarakat,” tambahnya.

Kepada para peserta, ia berpesan untuk menjaga kesehatan, tampil percaya diri, dan tetap menjunjung sikap tawaduk dalam berkompetisi.

“Kalau menang jangan mendada, kalau kalah jangan merunduk. Terus berjuang sampai kompetisi selesai. Lebih baik berdarah-darah saat latihan, daripada menangis saat bertempur,” pesannya tegas.

Mengakhiri arahannya, Wali Kota Amsakar menyatakan keyakinannya bahwa kafilah Batam mampu memberikan hasil terbaik dan membawa pulang predikat juara umum.

“Saya optimis, InsyaAllah Batam bisa keluar sebagai juara umum,” tutupnya penuh semangat.

Selain sebagai ajang seleksi menuju STQH tingkat nasional, STQH Provinsi Kepri ini juga menjadi wahana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di antara masyarakat lintas kabupaten/kota. Di sisi lain, kegiatan ini juga turut memperkuat eksistensi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Kepulaian Riau./Red.