“Jika ada preman, oknum LSM, Ormas, pejabat maupun aparat yang mengganggu, kami tentu siap, termasuk memberi bantuan advokasi dan hukum bagi para pengemudi dan keluarganya,” tutur Jusuf Rizal, Ketum Madas (Masyarakat Madura Asli) Nusantara itu.
Kedepan, lanjut Jusuf Rizal, FSPTSI-KSPSI akan menggelar Jambore Pramudi Jakarta, khusus bagi para pengemudi. Di dalamnya akan diisi dengan pelatihan peningkatan kompetensi berlalu lintas maupun penyuluhan serta pemberian Beasiswa bagi pengemudi muda.
Untuk isteri para pengemudi akan dibuat Festival Pramudi Jakarta untuk meningkatkan keterampilan para isteri pengemudi, seperti pelatihan wirausaha mandiri UMKM, seminar, arisan, bazaar, pengajian, wisata religi, dll. Untuk itu FSPTSI-KSPSI menggandeng Perempuan Lira yang dipimpin, Ibu Ranti Erlion Tanjung guna melaksanakan berbagai program tersebut.
Sementara Roisudin Ilyas, mewakili Pramudi KWK dalam sambutannya mengatakan dengan bergabungnya Pramudi mitra KWK menjadi anggota FSPTSI-KSPSI, tidak ada lagi pihak-pihak yang mengatasnamakan serikat pekerja untuk ngerecoki Pramudi KWK. Jika ada yang memgganggu, itu sudah menjadi urusan FSPTSI-KSPSI
“Dengan program bina, lindung dan sejahtera yang ditawarkan FSPTSI-KSPSI, kami berharap akan dapat membela kepentingan Pramudi KWK dan mensejahterakannya,” tegas Rois dan menambahkan FSPTSI-KSPSI dibawah kepemimpinan Jusuf Rizal akan dapat mewujudkan apa yang menjadi harapan Pramudi KWK./Red.

