Atas hal itu, oknum yang menyebut dirinya sebagai loper dan tidak ingin disebutkan namanya ini merasa terintimidasi, yang mana dirinya tidak melakukan penyerangan terhadap seseorang dengan yang didelikkan dalam LP tersebut.

“Saya merasa diintimidasi, sebab saya hanya share (bagikan) sebuah berita yang produknya jurnalis dari salah satu media ke grup WhatsApp yang juga saya ada di dalam grup tersebut. Di luar itu, saya tidak bagikan,” pungkasnya.

Sementara itu, saat tim media ini melakukan konfirmasi kepada Polresta Barelang, pihaknya membenarkan pemanggilan itu namun tidak dapat menjelaskan lebih lanjut.

“Kalau abang mau nanya. Abang ke kantor aja ya, biar enak kita bicara,” ucapnya singkat saat di telpon via WhatsApp./Red.