TERBAIKNEWS.id | Aksi damai yang dilakukan oleh Masyarat dan Aliansi Pemuda Melayu di depan Gedung BP Batam hari ini sangat mengecewakan bagi para pendemo. Rabu pagi (23/8/2023).
Ketua Umum Koordinator Aksi Dian Arniandi saat keluar dari dalam Gedung BP Batam, para pendemo dari luar begitu antusias menunggu keputusan hasil rapat. Ternyata saat Ketum Dian membacakan hasil rapat tersebut ternyata sangat mengecewakan bagi para pendemo.
Diketahui, Massa yang datang ke BP Batam itu diperkirakan ribuan orang.

Saat keluar dari gedung BP Batam, Dian pun belum menanda tangani hasil keputusan dari BP Batam saat mediasi tanpa kesepakatan bersama oleh para massa unjuk rasa.
“Surat ini kita belum tanda tangani, karena kami tidak mengambil keputusan tanpa kesepakatan kita semua,” ucap Dian.
Dian pun membacakan poin-poin atau berita acara tersebut di hadapan Massa, poin-poin penting yang dibahas dalam BP Batam tersebut yaitu:
1. BP Batam bersama perwakilan Warga Rempang akan melakukan pertemuan dengan Menteri Investasi BKM, Lingkungan hidup, Perhutanan dan Pariwisata guna menyampaikan aspirasi 16 titik pulau
2. Pengukuran Tata Batas guna pelepasan hutan produksi hutan yang dapat di kelolah oleh BP Batam tetap dilanjutkan dengan memberitahukan perangkat RT, RW dan melibatkan warga setempat.
Kedua berita acara tersebut yang dibacakan langsung oleh Ketum Kordinator Dian tidak di tandatangani karena warga tidak sepakat oleh semua warga. Oleh karenanya surat tersebut akan dikembalikan lagi kepada pihak BP Batam.
“Kalau tidak sepakat, kami tidak berani tanda tangani surat ini kawan-kawan, kami tidak mau dibilang pengkhianat kawan-kawan,” Dian mengakhiri.
Hingga berita ini diturunkan Aliansi Pemude Melayu rencananya akan terus menyuarakan aspira ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batam.
(Tim/Red)

