Amsakar juga mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur di Batam akan terus dilanjutkan, guna mendukung sektor ekonomi kreatif dan sektor produktif lainnya. Infrastruktur yang memadai diharapkan bisa meningkatkan konektivitas dan memperlancar distribusi barang serta jasa di Batam.

“Selain infrastruktur fisik, kami juga akan memfasilitasi pengembangan sektor ekonomi kreatif, seperti seni, desain, teknologi, dan lainnya, yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Batam,” jelas Amsakar.

Dukungan Data Statistik untuk Pengambilan Keputusan yang Tepat

Pentingnya dukungan data statistik yang valid dan akurat juga menjadi perhatian Amsakar dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo. Data yang tepat akan memudahkan Pemko Batam dalam membuat kebijakan yang tepat sasaran dan dapat memberikan hasil optimal.

“Penggunaan data statistik yang baik akan membantu kami dalam merencanakan kebijakan yang lebih efektif dan efisien, sehingga Batam dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal untuk kemajuan Indonesia,” ungkap Amsakar.

Amsakar menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah Batam dengan pemerintah pusat sangat diperlukan untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut. Dengan sinergi yang baik, pembangunan Batam akan semakin cepat terwujud dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Pembangunan Batam harus melibatkan semua pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta. Kami siap bekerja sama dengan semua pihak untuk memastikan Batam menjadi kota yang lebih maju, sejahtera, dan mandiri,” tutup Amsakar.

Untuk diketahui, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengusung visi Bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.

Visi tersebut diwujudkan dengan 8 Misi yang disebut Asta Cita. Berikut 8 misi yang disebut Asta Cita:

  1. Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM);
  2. Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru;
  3. Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur;
  4. Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas;
  5. Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri;
  6. Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
  7. Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba;
  8. Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur./Red.