Pada kesempatan tersebut DPP Madas Nusantara dan DPLN Madas Nusantara Arab Saudi dan Timur Tengah sepakat akan menjadikan Madas Nusantara guna membina, melindungi dan mensejahterakan warga Madura di perantauan. Karena banyak problematik warga Madura di Arab Saudi, namun peran ormas ke-Maduraan masih kurang maksimal.

Menurut Khalid Bahrawi, kedepan setelah kehadiran DPLN Madas Nusantara guna mewadahi Arab Saudi dan Timur Tengah, akan bekerja mencari solusi setiap masalah yang dialami warga Madura, termasuk perlindungan hukum. Lebih-lebih kehadiran Madas Nusantara sudah direstui oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.

Disepekati juga pendirian Madas Nusantara Corporations (MNC) guna memanfaatkan peluang-peluang usaha di Arab Saudi dan Timur Tengah. Selain untuk membangun jaringan usaha, juga dapat membuka peluang kerja, baik masyarakat lokal maupun warga Madura secara legal di Arab Saudi dan Timur Tengah

“Saya menerima amanah untuk mengembangkan Madas Nusantara di Arab Saudi, Timur Tengah dan bahkan seluruh dunia,” tegas Khalih Bahrawi, anak muda yang berpikiran revolusioner dan visioner itu. Ia juga akan menyiapkan Prospektus Bisnis Madas Nusantara Corporations agar nantinya, sahamnya dapat ditawarkan kepada konsorsium investor warga Madura diseluruh dunia.

Setelah menggarap diaspora warga Madura di Arab Saudi dan Timur Tengah, lebih jauh menurut Jusuf Rizal, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu, Madas Nusantara akan buka cabang di Malaysia, Singapura, Hongkong, Suriname, Brunai Darussalam, Belanda serta negara lainnya./Red.