Energi positif dimaknai sebagai dorongan moral, etika kerja, dan sikap saling mendukung dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan energi konstruktif adalah semangat membangun yang konkret, mulai dari ide-ide inovatif, kontribusi nyata dalam pembangunan, hingga komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan.
Selanjutnya ia turut menyoroti pentingnya sikap yang membangun, bukan sekadar mengkritik.
” Saya selalu menyampaikan Batam tidak memerlukan orang yang kritis yang kerjanya hanya menyalahkan kerja orang lain, yang selalu melihat semut diseberang lautan tapi tidak mengarifi gajah di depan matanya, ” tambahnya.
Menutup sambutannya, Amsakar menyatakan bahwa saat ini arah pembangunan Batam telah dipahami bersama oleh seluruh lembaga Islam. Ia menegaskan komitmen bersama untuk membangun kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual, budaya, dan pariwisata.
” Hari ini saya fikir seluruh lembaga islam sudah memahami arah yang ingin kita wujudkan, menjadikan Batam sebagai Bandar dunia madani yang inovatif, berkelanjutan dan berbudaya serta sebagai kawasan investasi dan periwisata terdapan di asia tenggara, ” pungkasnya./Red.

