I. Pengamatan umum TKP Kebakaran
1. TKP kebakaran dalam keadaan tertutup untuk umum dan dijaga status quonya dengan pemasangan Garis Polisi (Police Line) sebagai tanda batas TKP
2. Objek yang terbakar adalah Kapal MV Sumber Sukses Utama Progress 00080 yang merupakan Refrigerated Cargo Ship (kapal dengan design khusus guna memuat container yang dilengkapi dengan system pendingin, umumnya pemeliharaan Generator Daya serta Sistem Distribusi Electrical yang digunakan termasuk kapal yang membutuhkan penanganan khusus.
II. Pemeriksaan Tingkat Kerusakan dan Penjalaran Api Kebakaran
1. Kapal MV Sumber Sukses Utama mengalami kerusakan akibat api kebakaran dengan keadaan sebagai berikut:
a. Kontainer dasar (Tingkat 1) mengalami kerusakan kebakaran semakin ke arah container tingkat 2 semakin parah.
b. Kontainer Tingkat 2 mengalami kerusakan kebakaran semakin ke arah container atas tingkat 3 semakin parah.
c. Kontainer Tingkat 3 dan barang-barang di sekitarnya mengalami kerusakan kebakaran parah.
Hasil pemeriksaan tingkat kerusakan dan penjalaran api kebakaran tersebut menunjukkan bahwa Lokasi Api Pertama Kebakaran (LAPK) berada di container atas tingkat 3 yang terbakar.
III. Pencarian dan Pemeriksaan Barang Bukti
1. Pada lokasi api pertama kebakaran (LAPK) diambil sampel:
a. 3 (tiga) bungkus hasil swap sisa kebakaran
b. 6 (enam) bungkus instalasi listrik sisa kebakaran
2. Di lokasi sumber api kebakaran tidak ditemukan
a. Bahan Kimia yang dapat menghasilkan panas/menyala dengan sendirinya
b. Bahan organic yang dapat menghasilkan panas/nyala melalui proses biokimia
c. Peralatan mekanik yang dapat menghasilkan panas/nyala api
d. Bencana alam seperti: petir, gempa bumi, dan factor alam lainnya yang dapat mengakibatkan kebakaran
e. Sumber nyala api terbuka (open flame)
3. Pemeriksaan instalasi listrik
– Pemeriksaan kabel instalasi listrik pada area container tingkat 3 ditemukan kabel instalasi mengalami pelelehan akibat panas tinggi menunjukkan adanya tanda electrical error.
4. Hasil pemeriksaan kandungan bahan bakar hidrokarton pada abu dan arang sisa kebakaran yang diumumkan di lokasi api pertama kebakaran (LAPK), dengan menggunakan instrumen Gas Chromatography – Mass Spectrometer adalah negative (tidak ditemukan adanya kandungan bahan bakar Hidrokarbon)
IV. Pencarian dan Pemeriksaan Barang Bukti
– Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut di atas, maka terjadinya kebakaran dapat dianalisa sebagai berikut:
– Di lokasi api pertama kebakaran (LAPK) ditemukan kabel instalasi listrik mengalami pelelehan akibat panas tinggi. Hal ini disebabkan oleh adanya hubungan longgar (loose contack) pada sambungan kabel tersebut. Proses hubungan longgar tersebut berjalan terus menerus dan tidak terdeteksi oleh rangkaian pengaman (fuse) karena fluktuasi arus masih di bawah batas toleransinya, sehingga terjadilah penumpukan panas (Heat accumulation) yang menurunkan daya isolator kabel. Pada saat isolator kabel tidak lagi berfungsi manahan daya tembus arus listrik, terjadilah hubungan pendek listrik disertai percikan bunga api listrik (spark) bersuhu tinggi.
Percikan bunga api listrik (spark) bersuhu tinggi selain menyulut isolator kabel instalasi yang telah meleleh, kemudian membakar barang-barang yang mudah terbakar di sekitarnya sehingga terjadilan kebakaran.
Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis kriminalistik dan Analisa teknis penyebab kebakaran kesimpulan awal adalah sebagai berikut:
1. Lokasi api pertama kebakaran (LAPK) berada di kontainer atas Tingkat 3 kapal yang terbakar.
2. Penyebab kebakaran adalah tersulutnya barang-barang yang mudah terbakar di lokasi api pertama kebakaran (LAPK) oleh percikan/bunga api dari proses hubung longgar (loose contact) pada kabel instalasi listrik yang menyebabkan hubung pendek/konsleting listrik./Red.

