Persoalan sampah liar kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Batam.
Pada hari Senin (22/09), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam melalui Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan, Muhammad Iqbal Feliansyah Putra turun langsung dalam aksi pembersihan sampah liar di Kecamatan Sagulung.
Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi, DLH bersama Camat Sagulung, Muhammad Arfie, Lurah Sei Pelunggut, Rasman Affandi, serta Kasi Trantibum Kecamatan Sagulung, Alpizar, menemukan lebih dari lima titik sampah liar.
Tumpukan itu tersebar di sejumlah lokasi, mulai dari area pembuangan liar hingga aliran drainase yang tersumbat oleh limbah rumah tangga.
“Sejak pagi kami bersama camat dan lurah membersihkan titik-titik sampah liar ini. Ada lebih dari lima lokasi di Sagulung yang harus kita tangani segera,” ujar Iqbal di sela kegiatan.
Iqbal menyebutkan bahwa salah satu persoalan yang memperburuk kondisi sampah di kawasan ini adalah kendala armada persampahan yang sudah tidak layak pakai. Banyak truk sampah yang rusak berat, sehingga pelayanan pengangkutan sampah ke perumahan sering kali mengalami keterlambatan.
“Ini memang menjadi masalah teknis yang masih kita hadapi. Armada yang rusak berat membuat pengangkutan tidak maksimal. Namun, kami tetap berupaya agar pelayanan persampahan tidak berhenti,” tegasnya.
Selain faktor teknis, penumpukan sampah liar juga erat kaitannya dengan perilaku masyarakat. Kurangnya kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dan minimnya kebiasaan memilah sampah menjadi faktor utama mengapa titik-titik sampah liar terus bermunculan.
“Kalau hanya mengandalkan pemerintah saja, tidak akan cukup. Masyarakat harus mulai sadar untuk membuang sampah pada tempatnya, bahkan lebih baik lagi jika bisa memilah sejak dari rumah,” jelasnya.
Sebagai langkah cepat, DLH Batam akan terus menggencarkan sosialisasi dan mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan. Iqbal menegaskan bahwa solusi jangka panjang persampahan tidak hanya soal armada, tapi juga kesadaran kolektif masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat Kota Batam untuk bersama-sama sadar akan pentingnya memilah sampah. Ini bukan sekadar pekerjaan DLH, tetapi tanggung jawab kita semua. Mari kita jaga lingkungan dan keindahan kota yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
Aksi pembersihan sampah liar di Sagulung juga mendapat perhatian Ombudsman RI Perwakilan Kepri. Kepala Ombudsman, Lagat Siadari, hadir langsung mendampingi kegiatan tersebut. Kehadiran Ombudsman menunjukkan bahwa penanganan sampah liar menjadi isu serius yang harus ditangani secara cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi warga.
“Masyarakat harus punya kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dan mulai memilah sampah rumah tangga. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas kebersihan,” ujarnya saat melakukan peninjauan di Tanjung Uma.
Amsakar menambahkan, Pemko Batam berupaya dalam memperbaiki sistem kebersihan kota. Selain memperkuat infrastruktur persampahan, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mempercepat penanganan sampah di kawasan padat penduduk./Red.

