Itje menambahkan, untuk program 42C/5 sendiri terdapat empat program prioritas, yaitu tindakan untuk isu perubahan iklim; hubungan antarbudaya (benda maupun takbenda), perdamaian, dan pembangunan; inovasi dan teknologi digital; dan keterlibatan generasi muda.
Di kesempatan yang sama, Direktur Kantor Multisektoral dan Perwakilan UNESCO di Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa, pun menyampaikan sambutannya.
”Kita perlu memastikan bahwa UNESCO tetap relevan dan mampu merespons kebutuhan setiap negara, dengan memberikan kontribusi untuk memperkuat kebijakan, memajukan prioritas pembangunan nasional, dan pada akhirnya mencapai target Sustainable Development Agenda, yang hanya tinggal 6 tahun lagi,” kata Maki Katsuno-Hayashikawa
Memasuki kuartal kedua tahun 2024, menurut Maki, pertemuan ini sangat tepat waktu dan strategis untuk lebih menyempurnakan kegiatan dan berkolaborasi bersama, mengingat banyaknya potensi untuk melakukan berbagai program dan kegiatan terintegrasi antarsektoral di lima negara yang terlibat ini.
”Komisi Nasional dan UNESCO perlu terus bekerja sama. Kami berharap pertemuan ini akan menghasilkan langkah bersama dan kerja sama konkret untuk memajukan implementasi program UNESCO selama dua tahun ke depan sesuai dengan harapan,” tutup Maki.
Hadir dalam kegiatan di antaranya Wakil Direktur Divisi Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Sekretariat ASEAN Jakarta, Roger Yap Chao Jr; Sekretaris Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Brunei Darussalam, Chin Wei Keh; Wakil Direktur Komisi Nasional Filipina untuk UNESCO, Lindsay Barrientos; Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Malaysia untuk UNESCO, Mohd Nawardi Saad; Sekretaris Komisi Nasional Timor-Leste untuk UNESCO, Luis Nivio De Fatima Soares; perwakilan kementerian/lembaga terkait; perwakilan perguruan tinggi sebagai bagian dari program UNESCO Chairs; Pusat Kategori 2 UNESCO; serta sejumlah delegasi dari masing-masing negara.
Editor : Red
Sumber : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

