TERBAIKNEWS.com | Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) bekerja sama dengan UNESCO Jakarta menyelenggarakan Pertemuan Regional Lima Komisi Nasional untuk UNESCO Wilayah Asia Tenggara pada 6 s.d. 9 Mei 2024 di Jakarta. Kamis (09/05).

Kegiatan ini dihadiri oleh delegasi Komisi Nasional untuk UNESCO dari Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Timor-Leste, pertemuan ini merupakan forum pertama sejak pandemi COVID-19 dan juga menjadi pembahasan pertama yang diusulkan seiring memasuki periode 2024-2025.

Tujuan salah satunya adalah mereformasi jaringan penganggaran dan implementasi UNESCO pusat maupun di lingkup kantor regional. Masing-masing Komisi Nasional UNESCO memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman, keberhasilan, dan tantangan dalam implementasi program-program UNESCO di tingkat nasional dan regional.

KNIU Bersama UNESCO Menyelenggarakan Pertemuan Regional Lima Komisi Nasional
Sumber Foto : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Itje Chodidjah, dalam sambutannya mengatakan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dan memperbesar dampak dari tujuan mulia UNESCO bagi negara-negara anggotanya.

”Mari kita manfaatkan momen ini sebagai kesempatan untuk belajar, saling menginspirasi, dan memberdayakan satu sama lain. Bersama-sama, kita memiliki potensi untuk membentuk masa depan yang lebih cerah bagi generasi-generasi mendatang,” ucap Itje di Jakarta, Selasa (7/5).

Lebih lanjut, Itje menjelaskan bahwa dalam forum ini para delegasi akan 1) meninjau program dan anggaran untuk periode 2024-2025 berdasarkan dokumen 42 C/5 Programme and Budget;
2) menggali langkah-langkah strategis termasuk di antaranya menumbuhkan inisiatif baru, mengembangkan kemitraan potensial, dan memanfaatkan teknologi sebagai katalisator perubahan; serta
3) mengidentifikasi kolaborasi yang produktif di antara negara-negara anggota.

“Saat ini, Indonesia dan Filipina menjadi dua negara yang masuk dalam Dewan Eksekutif UNESCO mewakili regional Asia-Pasifik. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan masukan dari lima negara yang hadir, negara-negara anggota ASEAN, serta di kawasan Asia-Pasifik,” lanjutnya.