“Kami itu sudah cukup sabar diperlakukan seperti tidak berharga. Diajak dialog mencari solusi tidak mau. Gugat ke PTUN juga menang. Tapi Koperasi TKBM terus dipojokkan. Padahal pekerja hanya memperoleh bayaran murah. Koperasi TKBM sudah bekerja puluhan tahun sejak 1985. Justru APBMI yang baru lakhir mau gusur Koperasi TKBM,” tegas aktivis penggiat anti korupsi Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu.

Bagaimana jika Juswandi tidak mau kolaburatif. Dan memaksakan kehendaknya menggusur Koperasi TKBM di Pelabuhan?

Kalau demikian jangan salahkan para pekerja dan buruh jika marah. Saya pastikan, bisa saja akan ada tindak anarkhis. Jangan salahkan kalau berdarah dan ada yang jadi korban. Sebagai pemimpin sudah cukup memberi hati kepada Juswandi. Jika tidak ketemu di Kantor APBMI, kami akan datangi kediamannya buat posko.

Menurut Jusuf Rizal untuk membela kepentingan pekerja, Ia sudah turun aksi ke Kantor KSOP di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. MOU yang sudah disepakati diduga diintervensi, Juswandi sehingga dibatalkan sepihak oleh APBMI Tanah Bumbu. Ia juga menduga sudah ada grand design yang melibatkan Dirjen, Irjen dan Direktur di Kementerian Departemen Perhubungan.

“Saya sangat yakin pejabat di Kementerian Perhubungan sudah bocor halus diajak kolusi guna menggusur eksistensi Koperasi TKBM Pelabuhan. Mereka berpihak pada mafia pelabuhan. Barangkali sudah terima upeti. Ini nanti oleh Biro Intelijen dan Investigasi LIRA (BIIL) akan diinvestigasi. Kita akan bongkar konspirasi ini,” papar pria berdarah Madura-Batak itu yang dikenal tegas dan keras itu.

Dikatakan saat ini Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat) Pelabuhan Seluruh Indonesia sedang mempersiapkan agenda aksi. Mereka akan konsolidasi, demo dan menyatakan sikap kritis atas sikap Juswandi, Dirjen, Direktur Perhubungan maupun di setiap KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan).

Bagaimana jika dalam aksi demo gruduk mengingat pekerja dan buruh bringas ? tanya wartawan.

Kita harapkan dalam aksi tetap kondusif selama tuntutan “Jangan Ganggu Koperasi TKBM” berjalan baik. Namun bila pihak Juswandi dan Oknum Perhubungan masih main-main, jangan salahkan jika ada pertumbahan darah dan korban. Selama ini Koperasi TKBM aman-aman saja, tapi setelah APBMI dipimpin Juswandi, bikin masalah dan mau gusur Koperasi TKBM./Red.