“Ini bukan sekadar lomba perahu. Ini adalah kebanggaan masyarakat Belakangpadang dan wajah baru pariwisata Batam. Saya melihat sendiri bagaimana warga terlibat penuh, UMKM hidup, dan wisatawan memadati kawasan ini. Kami Relawan ASLI tentu sangat mendukung agar event ini terus tumbuh menjadi agenda internasional yang lebih besar,” ujar M. Nur.

Ia juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan kelompok relawan semakin diperkuat demi kemajuan wisata bahari Batam.

“Belakangpadang punya potensi luar biasa. Event seperti ini wajib kita rawat dan tingkatkan. Relawan ASLI siap mendukung penuh,” tegasnya.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata, menambahkan bahwa kegiatan ini kembali digelar setelah 12 tahun vakum, dan antusias masyarakat sangat tinggi.

“Selama tiga hari, ribuan warga Batam dan luar daerah hadir menyaksikan Sea Eagle Boat Race. Seluruh rangkaian acara juga melibatkan masyarakat Belakangpadang, mulai dari bazar hingga penampilan seni budaya,” jelas Ardi.

Dengan dukungan penuh berbagai pihak, termasuk Relawan ASLI, Sea Eagle Boat Race 2025 menjadi momentum penting dalam mendorong ekonomi daerah, memperkuat UMKM, serta mengangkat potensi wisata bahari Kota Batam ke tingkat internasional./Red.