TERBAIKNEWS.com | Berbagai media telah menyoroti terkait penyematan Baju Adat Nias yang dipakaikan oleh salah seorang Gembala Sidang Gereja kepada salah seorang anggota DPRD Provinsi Kepri hingga menjadi heboh dan viral di kalangan, khususnya masyarakat Nias. Senin (28/8/2023).

Beranjak dari situ, muncul lagi polemik baru yang jadi bahan omongan publik, khususnya di kalangan perkumpulan Masyarakat Nias (Ono Niha) yang ada di Kota Batam.

Dampak dari kontroversi yang terjadi di dalam grup tersebut, diduga sejumlah anggota grupnya dikeluarkan. Secara aturan, Admin Grup punya hak untuk menambahkan atau mengeluarkan/mengurangi anggotanya. Namun, terlepas dari itu, apakah ada konfirmasi sebelumnya terhadap yang bersangkutan ?

Mirisnya, para anggota grup yang dikeluarkan oleh Admin Grup itu diduga terindikasi menjadi provokator atas issue miring terkait Penyematan Baju Adat Nias kepada Anggota DPRD Kepri, Asmin Patros, yang dinilai beberapa tokoh masyarakat Nias tidak pantas dilaksanakan di dalam rumah ibadah (Rumah Tuhan) dan hal ini juga sudah diberikan klarifikasi oleh yang bersangkutan berupa permohonan maaf.

Untuk diketahui, Organisasi tersebut merupakan Organisasi setingkat Nasional, yang memang dikenal oleh beberapa kalangan, baik dari Masyarakat Nias itu sendiri maupun di luar dari pada itu.

Hingga berita ini dinaikkan, tim media masih berupaya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut kepada pihak pihak yang terkait.

(Red)