“SDM yang dihasilkan tidak hanya mampu mencari lapangan kerja, tetapi lebih jauh, mampu menciptakan lapangan kerja, sebagaimana visi ASISI adalah meletakkan pondasi pengakuan industri,” ucapnya mengharapkan.
Sofyan Zai juga memaparkan jika uji kompetensi sertifikasi BNSP kali ini merupakan jumlah peserta terbanyak dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya dan ini diikuti 60 peserta teknisi Kepri, dimana sebelumnya hanya kuota peserta yang di setujui dari KLHK ( kementerian lingkungan Hidup).
“Program ini merupakan salah satu program pemerintah, dimana sebelumnya hanya kuota peserta yang di setujui dari KLHK ( kementerian lingkungan Hidup), dan tahun ini kita Asisi DPD Kepri mengajukan 60 peserta dan ternyata disetujui, sehingga para teknisi ini layak mendapatkan sertifikat dan kartu lisensi yang diakui pemerintah dan bermanfaat kepada setiap anggota, serta layak disebut teknisi Indonesia kompeten,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua ASISI Korwil Batam, Nasihin mengungkap data yang menarik terkait pasar kerja di Batam. Ia menceritakan bahwa dengan jumlah anggota ASISI yang melebihi seratus orang, mereka seringkali harus saling melempar pekerjaan, mengindikasikan bahwa kebutuhan jasa pelayanan AC di Batam tidak sebanding dengan jumlah SDM yang tersedia.
“Melihat dari perkembangan bahwa AC sudah menjadi kebutuhan primer, maka kebutuhan jasa teknisi sangat tinggi. Komitmen konkret adalah ASISI siap menampung anak-anak lulusan SMK 3 yang sudah lulus dan bersertifikasi untuk bekerja dan bergabung dengan ASISI,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini adalah H. Agus Sahrir sebagai Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Batam, Asisten 2 Walikota Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Ir. Suhar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan dan Tim perwakilan dan asesor inti dari BNSP Jakarta, yaitu Johan Robert, Lia Amalia, dan Bapak Farhan./Red.

