Saya (Amsakar Achmad) pribadi tak pernah sekalipun mencetuskan narasi deklarasi. Narasi ini muncul di medsos karena semangat yang sedemikian rupa dari para relawan. Singkat cerita, kami akan mendeklarasikan diri jika sudah sampai saatnya nanti.
Soal nekat? Jawabannya sederhana bahwa tidak ada satu pun keputusan yang diambil tidak memiliki konsekuensi. Apapun yang anda pilih pasti ada resiko. Yang paling penting adalah bagaimana meminimalisir resiko tersebut.
Bagi saya, jika segala sesuatunya telah dipertimbangkan secara cermat maka pada saat itu, saya sudah tidak peduli lagi dengan resiko. Seperti ketika saya harus meninggalkan posisi sebagai ASN untuk maju ke kancah politik, saya sangat siap dengan resiko apapun.
Begitu juga ketika suasana harus menjadikan saya seperti terasing di rumah sendiri, saya juga tidak peduli. Bahkan, jika semua yang melekat dalam diri saya harus tercerabut, saya juga tak peduli. Satu yang pasti, ikhtiar ini muncul karena rasa cinta saya terhadap rumah besar yang telah saya huni hampir separuh perjalanan usia saya.
Inilah gaya saya, sebelum keputusan dibuat, saya akan mempertimbangkannya dengan cermat. Tetapi tatkala keputusan sudah diambil, saya tak kan lagi berbalik arah, tak kan lagi berpaling tadah. Bagi saya, hidup itu berpantang mati sebelum ajal. Maaf kawan, saya tidak dilahirkan untuk terus berada di bawah bayang-bayang seseorang./Red.
Oleh : Amsakar Achmad, S. Sos, M.Si

