Ia menegaskan bahwa audiensi tersebut bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan bentuk apresiasi pemerintah provinsi maupun kota terhadap mahasiswa.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih karena di tengah eskalasi yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, Batam tetap kondusif. Hal ini menunjukkan adanya kearifan, baik di level penyelenggara maupun mahasiswa,” tambahnya.
Amsakar juga mempersilakan mahasiswa untuk menyampaikan pemikiran secara terbuka. Ia berharap dialog tersebut dapat menjadi referensi bahwa kepemimpinan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota memiliki respon positif terhadap kegiatan mahasiswa.
Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin dalam arahannya menyoroti dinamika nasional yang memunculkan aksi anarkis di sejumlah wilayah. Ia mengajak mahasiswa di Kepri, khususnya di Batam, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusifitas daerah.
“Batam adalah daerah strategis yang menjadi perhatian banyak pihak. Kondusifitas wilayah harus kita jaga bersama agar tetap aman dan menarik bagi investor,” tegas Kapolda.
Mahasiswa menyampaikan berbagai pandangan dan aspirasi, sementara pemerintah dan aparat keamanan memberikan ruang dialog yang terbuka. Pertemuan ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan menjadi langkah nyata memperkuat sinergi untuk Batam yang aman dan kondusif./Red.

