Praktik kekuasaan dengan menggunakan instrumen uang terbukti efektif dalam melanggengkan kuasa. Dengan uang, Kekuasaan dengan mudah dikendalikan. Diera politik kekinian, Uang bak “supervillain” yang bisa menggembosi standar kebenaran. Sangat mudah menemukan praktik culas menggunakan instrumen uang dalam dunia politik, memaksa mematikan nalar akal sehat. Orang bisa dengan instan menjadi kepala daerah atau anggota senat dewan disuatu wilayah teritorial hanya menggunakan “power of money“.

Cukup memengaruhi para pemilih, membangun ikatan simbiosis saling menguntungkan. Dengan keyakinan tinggi bahwa “semua orang suka duit” mendorong kandidat pesohor rela menukar kertas nominal miliknya dengan kertas suara pemilihnya. Lalu, apakah semua suara bisa terbeli? Jawabannya boleh ya, dan boleh juga tidak. Sebab, semuanya bergantung pada keyakinan pemilih. Meyakini nilai mata uang yang ditawarkan lebih besar (hasrat) atau meyakini suaranya masih lebih besar dari nilai mata uang yang ditawarkan (harkat).

(Red)