Batam ini unik. Status resminya: Free Trade Zone. Tapi di lapangan, lebih pas disebut Free Thieves Zone. Karena yang bebas justru maling lahan.

Nama-nama itu bukan rahasia.
Ada Asri alias Akim. Ada Bobie Jayanto dan di belakangnya ada bohir (Pemodal) besar: inisial AH alias DC.

Bohir ini pintar memanfaatkan FTZ.
Barang keluar masuk bebas bea.
Di tangannya, itu jadi celah bisnis ilegal.
Uang dari sana membiayai mafia lahan.
Maka pancang bisa berdiri di laut tanpa izin, meski juklak dan juknis belum ada.

Hotel Purajaya: Tumbal Keserakahan
Sementara itu, Purajaya merupakan hotel milik tokoh Melayu dihancurkan.
Alasannya: peralihan lahan.
Tapi publik tahu, Purajaya hanyalah tumbal. Tokoh Melayu dipermalukan, dijadikan contoh, sementara mafia besar tetap aman.

Rakyat Melayu Tersisih
Yang kalah jelas: rakyat Melayu.
Kampung tua makin terjepit.
Mangrove ditebang.
Rob makin sering.
Nelayan kehilangan laut.

Free Trade Zone?
Itu hanya di undang-undang.
Realitasnya, Batam sudah berubah jadi Free Thieves Zone.

#FreeThievesZone #PurajayaTumbal #BatamDijual #MelayuTersisih #StopMafiaLahan

Ditulis Oleh: Monica Nathan
Editor : Red.