Ia menggambarkan kampus sebagai “kawah candradimuka” tempat mahasiswa ditempa menjadi manusia unggul dan berdaya saing. Amsakar mengingatkan, ketika seseorang menyandang atribut mahasiswa, maka melekat pula tanggung jawab moral yang besar.

“Ketika anda memakai atribut mahasiswa, maka anda dianggap orang yang cakap, yang mampu mentransformasikan ide-ide kritis ke ranah publik. Maka harus ada kesungguhan agar atribut itu bermakna di hadapan bangsa,” katanya.

Wali Kota Batam juga mengingatkan pentingnya menjalani proses transisi dari pelajar menuju insan akademik. Tridarma perguruan tinggi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian harus menjadi pegangan mahasiswa.

“Berikan karya terbaik, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, Batam, dan Indonesia,” pesannya.

Lebih lanjut, Amsakar menautkan harapan besar pada generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia meyakini mahasiswa hari ini adalah motor penggerak yang akan mempercepat terwujudnya visi tersebut.

“Tunjukkan bahwa kalian siap mendukung percepatan Indonesia Emas 2045,” ujarnya penuh optimisme./Red.