“Awalnya bangga dengan kemajuan Batam, tapi persoalan sampah ini bikin kita malu,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Pemko Batam telah menambah armada kebersihan serta membentuk tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan yang masing-masing bertugas di tiga kecamatan. Setiap UPT dilengkapi insinerator berkapasitas 30-40 ton per hari.

“Ini ikhtiar serius untuk membenahi persoalan sampah di Batam. Mari kita bergerak bersama dan berhenti melakukan praktik-praktik yang menyimpang,” tambahnya.

Selain itu, Amsakar menyoroti rendahnya capaian retribusi sampah yang ditargetkan sebesar Rp38 miliar, namun belum sebanding dengan jumlah rumah tangga di Batam. Ia meminta sistem retribusi dibenahi dan para petugas angkut bekerja sesuai standar. Bahkan, Amsakar menginstruksikan pembuatan narahubung untuk pengaduan masyarakat terkait sampah.

“Kalau retribusi tak jelas dan sampah tak bersih, ini akan jadi masalah. Seiring penambahan armada, mari kita benahi bersama,” ujarnya.

Apel tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Batam, serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Batam./Red.