“Ini adalah contoh nyata bagaimana berbagai suku, agama, dan budaya dapat bersatu dalam sebuah perayaan yang memperkaya kekayaan budaya kita. Ini aset penting bagi Batam, terutama di sektor pariwisata,” tambahnya.
Pawai tahun ini menghadirkan 27 klenteng dan vihara serta 49 pasang Tatung yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Kalimantan. Selain itu, keberagaman budaya Indonesia turut ditampilkan melalui partisipasi 7 peserta yang mewakili budaya Nusantara, menampilkan atraksi seperti Reog, Kuda Lumping, dan tarian khas Flores Larantuka.
Umat Hindu juga berpartisipasi dalam acara ini dengan menyediakan makanan gratis bagi para pengunjung, memperlihatkan semangat gotong royong dan kerukunan antarumat beragama di Batam.
“Acara seperti ini tidak hanya penting bagi pelestarian budaya, tetapi juga berpotensi besar dalam meningkatkan pariwisata Batam. Wisata budaya menjadi salah satu daya tarik utama yang bisa kita kembangkan,” tutupnya./Red.

