Pelantikan kepengurusan DPW Madas Nusantara Bali, periode 2025-2028 bukanlah sekadar seremonial pertemuan biasa. Ini adalah momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan kita bersama. Bagi Titiang, warga Madura yang ber-KTP Bali dan menetap di Bali bukanlah pendatang, melainkan warga Bali itu sendiri. Saudara-saudara adalah bagian tak terpisahkan dari denyut nadi pembangunan daerah ini. Ingatlah, saudara adalah jembatan yang menghubungkan aspirasi warga dengan kebijakan pemerintah.

“Titiang mengajak Saudara sekalian untuk bersinergi tanpa batas dengan Pemerintah Provinsi Bali. Tantangan kita ke depan tidaklah mudah. Kita menghadapi pergeseran budaya dan tantangan ekonomi global. Oleh karena itu, sinergi antara organisasi masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat adalah kunci. Mari kita jaga Bali ini bersama-sama. Kita jaga taksu Bali dengan tetap memegang teguh jati diri dan warisan leluhur kita masing-masing dalam harmoni yang indah.

“Hentikan segala bentuk gesekan yang tidak perlu. Kedepankan musyawarah dan mufakat. Jadikan Madas Nusantara sebagai teladan organisasi yang santun, bermartabat, namun tetap tegas dalam prinsip menjaga kebenaran,” ujar Wagub Bali I Nyoman Giri Prasta

Titiang berharap keluarga besar Madas Nusantara selalu mampu menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh komponen masyarakat Bali. Tunjukkan bahwa kehadiran Madas Nusantara di Bali benar-benar membawa kedamaian, mencegah gesekan sosial, dan menjadi garda terdepan dalam merawat NKRI dari Pulau Dewata.

Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, Titiang mengucapkan Selamat dan Sukses atas dilantiknya Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Bali Madas Nusantara Periode 2025-2028, tegas Wagub Bali I Nyoman Giri Prasta

Sementara Ketum Madas Nusantara KRH.HM.Jusuf Rizal dalam sambutannya menekankan agar Madas Nusantara dapat menjadi rumah besar bagi warga Madura di Provinsi Bali sebagaimana programnya Bina,Lindung, Sejahtera. Selaku mitra pemerintah, TNI dan Polri harus turut Membangun Indonesia dan Menjaga Negeri, khususnya di provinsi Bali.

“Ormas Madas Nusantara tidak boleh arogan, tapi harus mampu menjaga sikap punya adab, etika dan moral yang baik. Prinsipnya di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Ormas Madas Nusantara bukan ormas preman, tapi ormas yang membangun sumberdaya manusia berkualitas guna mempersiapkan Generasi Emas 2045,” tegas Jusuf Rizal, Relawan Prabowo keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja itu

Lebih jauh, pria berdarah Madura-Batak, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) dan Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu berpesan kepada pengurus DPW Madas Nusantara Bali agar melakukan konsolidasi organisasi dengan membentuk DPD (Dewan Pimpinan Daerah) dan Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK), konsolidasi program dan konsolidasi jaringan./Red.