Ia menambahkan, Bupati adalah simbol pemerintahan, yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan adat istiadat yang dihormati masyarakat Nias Barat.
“Namun, sikap bungkam dan tidak adanya permintaan maaf justru semakin melukai kami sebagai rakyatnya. Jadi, kami berharap agar Bupati segera menyampaikan Klarifikasi dan permintaan maaf,” pintanya.
Mewakil masyarakat adat dan organisasi kemasyarakatan Nias, Eman menyampaikan agar permintaan maaf tersebut bersifat terbuka. Menurutnya, hal ini merupakan langkah yang baik dan terpuji serta bertanggung jawab apabila Khenoki Waruwu melakukannya, minimal untuk menghormati perasaan masyarakat yang tersinggung oleh tindakan yang telah dilakukkannya.
“Sebenarnya, kami tidak hanya menuntut permintaan maaf. Kami ingin agar kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pejabat publik di Nias Barat, bahwa menjaga moral dan adat istiadat adalah tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan ketika awak media melakukan wawancara kepada Bung Fajar Gulo yan dikenal sebagai penggiat media sosial, melalui telepon selulernya ia menyampaikan, sampai detik ini belum ada tanda-tanda Bapak Bupati Khenoki Waruwu akan mengeluarkan pernyataan resmi terkait permintaan maaf ini./tim_red.

