“Itu tanggung jawab kolektif kita dalam menghadirkan pelatihan dan membuka peluang kerja seluas-luasnya. Jika ini berjalan baik, Batam akan menjadi kota yang hebat,” tegasnya.
Selain itu, Amsakar menekankan pentingnya membuka ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal untuk terserap di sektor industri. Ia berharap ke depan pola rekrutmen melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) tidak lagi menjadi prioritas utama, mengingat Batam memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing.
“Saya berharap ke depan rekrutmen melalui PJTKI tidak perlu menjadi prioritas. Utamakan tenaga kerja lokal,” pesannya, yang disambut tepuk tangan peserta pelatihan.
Acara penutupan ditandai dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada peserta sebagai bukti kelulusan dan kesiapan mereka memasuki pasar kerja./Red.

