Dalam pertemuan tersebut, TP PKK Batam juga memaparkan berbagai potensi industri kreatif dan UMKM lokal yang menjadi kebanggaan daerah, seperti Batik Batam, kain tenun Pulau Ngenang (Rumah Tenun), serta kerajinan anyaman dari limbah enceng gondok yang telah menembus pasar ekspor ke Amerika, Turki, dan Jepang. Beragam kerajinan lain berbasis bahan lokal dan produk olahan makanan juga terus berkembang sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif masyarakat.
Ketua TP PKK Kabupaten Konawe, Hania, menyampaikan terima kasih atas penyambutan dan kesempatan berbagi pengalaman.
“Kami sangat berterima kasih atas penerimaan yang hangat. Batam telah menunjukkan banyak kemajuan, dan kami bangga bisa belajar langsung dari kota ini,” ucapnya.
Hania menyebutkan bahwa Kabupaten Konawe masih terus memperkuat sektor UMKM dan membutuhkan referensi dari daerah yang lebih dahulu berhasil.
“Kami ingin mempelajari pengelolaan UMKM yang diterapkan di Batam, terutama bagaimana program-programnya mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ekonomi daerah,” katanya.
Kegiatan dilanjutkan dengan dialog dan sesi tanya jawab terkait program yang dapat disinergikan antara PKK Konawe dan PKK Batam. Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata antara TP PKK Kota Batam dan TP PKK Kabupaten Konawe sebagai bentuk apresiasi dan penguatan hubungan kerja sama ke depan./Red.

