Di akhir keterangannya, Ketua Tim Amsakar Achmad menyatakan, kita anggap sudah close persoalan ini.
“Tapi ingat, kami tegaskan lagi jangan ada yang menganaktirikan serta mengintimidasi lagi, sehingga persoalan ini terjadi lagi di kemudian hari,” pungkasnya.
Sementara itu, Syamsudin dalam pertemuan itu menyebut, isu pelepasan spanduk Amsakar Achmad itu terjadi karena adanya miskomunikasi semata.
“Saya tak pernah memerintahkan untuk melepas spanduk Pak Amsakar. Saya arahkan ke pedagang kaki lima di lokasi tersebut untuk memindahkan gerobaknya dan kembali membersihkan setelah mereka berjualan. Jadi ini miskomunikasi saja dengan orang lapangan,” ucap dia.
Pada kesempatan itu pula, Amsakar Achmad sempat melakukan video call dengan Syamsudin. Wakil Walikota Batam tersebut berpesan agar Syamsudin dan perangkat Kelurahan lainnya untuk bekerja dengan baik.
“Jaga nama baik Kelurahan dan tetap bekerja pada rell yang ada. Agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari,” kata Amsakar mengingatkan.
Untuk diketahui, pada Kamis (30/05) spanduk Amsakar Achmad yang dipasang oleh salah seorang relawan diminta untuk dilepas oleh perangkat RT di Tanjung Riau.
RT tersebut mengaku mendapatkan perintah dari Lurah setempat, Samsudin. Hingga pada akhirnya permasalahan ini membuat heboh warga Kota Batam.
Pada hari itu juga, Lurah, RT, Tim Amsakar Achmad melakukan mediasi dengan ditengahi oleh pihak kepolisian./Red.

