“Dan ini hampir di setiap STQ tingkat provinsi, Batam selalu menjadi juara. Tak hanya itu, kita juga bisa berprestasi di tingkat nasional. Yang keempat, sebagai Wakil Walikota bertugas melakukan pengawasan di internal. Tata kelola keuangan Pemko Batam sudah on the track sejauh ini,” ucap dia.
Amanda, salah seorang influencer lainnya, kemudian menanyakan isu-isu yang dihembuskan oleh buzzer soal Amsakar yang dianggap “cuti” hampir dua tahun belakangan ini.
Isu itu kemudian dengan tegas ditepis Amsakar. Ia menyebut, hal itu telah dibacanya di berbagai kanal media sosial.
“Perlu diluruskan, sebagai Wakil Wali Kota Batam, mulai kerjanya itu tidak ada pakai finger print,” ilustrasi Amsakar menjawab pertanyaan.
“Statemen yang berkembang itu sangat menyesatkan. Perlu saya jelaskan, sebagai Wakil Walikota, dua tahun belakangan ini sejumlah ‘pekerjaan’ yang seharusnya dilaksanakan oleh Wakil Wali Kota, telah ‘dialihkan’ ke orang lain. Surat tidak pernah ada lagi, rapat sudah diwakilkan, acara dan bahkan paripurna pun sudah diwakilkan. Atas hal itu, kelihatannya saya tidak pernah nongol di Pemko Batam,” sambung dia.
Padahal, kata Amsakar, sebagai Wakil Walikota Batam, dirinya hampir setiap hari turun langsung ke masyarakat.
“Rasanya, saya cukup aktif membagikan pelbagai aktifitas di akun media sosial. Saya turun ke acara masyarakat, menyambangi ke dinas-dinas. Kemudian menghadiri sejumlah undangan dari berbagai instansi, komunitas, organisasi dan lainnya. Saya melihat tudingan yang berkembang di media sosial itu seperti tidak berkaca pada diri sendiri, padahal kalau diibaratkan isu itu sebetulnya menepuk air di dulang terpecik ke muka sendiri,” ucap dia.
Di penghujung, Amsakar kemudian diajak para konten kreator dan influencer untuk membikin konten. Tampak keceriaan terpancar di raut wajah Amsakar melihat ide kreatif milenial dan Gen-Z Kota Batam ini./Red.

