Salah satu tantangan yang ia sampaikan yakni ketersediaan air baku Batam yang stagnan sementara pertumbuhan penduduk yang semakin banyak.
“Kita bisa lihat grafik ini, pertumbuhan penduduk tinggi. Sementara ini (kurva ketersediaan air) datar,” ucap dia saat mempresentasikan data.
Menyikapi ini, Li Claudia Chandra mengatakan, hakikatnya soal teknis merupakan tugas ABH. Namun yang pasti masyarakat ingin tidak ada lagi persoalan air bersih.
“Kami menampung harapan masyarakat, masih banyak yang mengeluhkan soal air pak. Ini harus diperhatikan, karena air ini kebutuhan yang penting,” kata Claudia.
Sementara itu, baik Amsakar maupun Li Claudia menyampaikan apresiasi atas usaha ABH yang berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat.
“Kami harap ke depan masalah air ini teratasi,” pungkas Claudia./Red.

