“Iya (namanya Devara Putri Prananda),” kata Surawan saat dimintai konfirmasi, Minggu (3/3).

Berdasarkan informasi di situs infopemilu.kpu.go.id, Devara Putri Prananda terdaftar sebagai caleg dari Partai Garuda di dapil Jawa Barat IX meliputi Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Sumedang.

Saat dimintai konfirmasi, Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat Hedi Ardia membenarkan nama Devara Putri Prananda terdaftar sebagai caleg DPR di wilayah itu.

“Betul,” katanya.

Terpisah, Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi mengatakan nama Devara Putri Prananda memang terdaftar sebagai caleg di partainya. Namun dia mengaku tak mengenali langsung sosok Devara.

“Secara nama ya sama, tapi saya tidak tahu apakah itu orang yang sama, karena tidak kenal secara langsung,” kata Teddy kepada wartawan.

Kasus Pembunuhan
Dilansir detikNews, tersangka MR (24), eksekutor Indriana sempat dijanjikan bayaran Rp 50 juta oleh otak pembunuhan, DA dan DP. Akan tetapi, MR hanya dibayar Rp 15 juta ditambah handphone merek iPhone.

“Memang ada (bayaran untuk eksekutor). Waktu itu pengakuan dari si DA ini (eksekutor) dibayar 50 juta. Kan aktornya DA dan DP, kemudian DA mencari eksekutor dan dijanjikan uang lah kepada eksekutornya sebanyak 50 juta,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Surawan usai olah TKP di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jumat (1/3).

Pada Rabu (21/2) pukul 12.30 WIB, para pelaku membawa mayat korban menuju Pangandaran melalui Tol Cipali. Mayat korban didudukkan di jok belakang dan mulutnya dipakaikan masker seolah-olah sedang tidur.

“Sesampainya di Kabupaten Kuningan, mobil Avanza hitam tersebut mengalami kerusakan, kemudian dinaikkan ke atas towing dan diturunkan di Red Doors Hotel Cisaga Indah. Sampai hotel tanggal 22 Februari pukul 06.00 WIB,” kata Dirkrimum Polda Jabar Kombes Surawan, Minggu (3/3).

Kemudian siang harinya, para pelaku menghubungi towing agar mobilnya dibawa ke bengkel yang ada di dekat Tugu Gajah. Mobil tersebut harus ‘menginap’ di bengkel untuk diperbaiki. Kemudian, di tengah malam Jumat (23/2), para pelaku membuang mayat Indriana di dekat Tugu Gajah. Sebelum dibuang, mayat Indriana dibungkus dulu dengan selimut.

Sumber: detik.com

(Red)