Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti, mengungkapkan bahwa desa Denai Lama dipilih untuk menunjukkan sinergi bagaimana sebuah desa bergerak bersama untuk memajukan kebudayaan.

“Ini adalah wujud kerja bersama Kemendikbudristek dan Kemendes PDTT. Untuk ke depannya, Desa Denai Lama dapat menjadi contoh bagi desa-desa yang lain. Pemajuan kebudayaan bisa mewujud sebagai pembangunan yang menyejahterakan warganya, dapat berupa bercocok tanam, distribusi pangan, atau pemulihan bibit,” demikian disampaikan Irini.

Hal tersebut sejalan dengan tema yang diangkat dalam Festival Selayar Denai 2023, yaitu ketahanan pangan. Desa Denai Lama menyadari bahwa pengetahuan pangan lokal mulai menipis, dan bahkan hilang. Masyarakat harus bersusah payah mendapatkan pengetahuan tersebut dari para tetua yang semakin sedikit jumlahnya.

Festival Selayar Denai 2023 membawa pesan sinergi bersama antara Kemdikbudristek dan Kemendes PDTT. Sinergi ini berupaya untuk menumbuhkembangkan, mengaktualisasikan potensi, dan mengonservasi kekayaan budaya yang dimiliki desa sebagai modal sosial ekonomi masyarakat. Hal tersebut dilakukan dengan optimalisasi keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kolektif yang partisipatif, akuntabel, dan mengutamakan kepentingan bersama dalam tatanan sosial yang terstruktur dan kontekstual.

Kepala Desa Denai Lama, Parnu, menyampaikan upaya desa dalam membangun ekonomi warganya melalui kearifan lokal dan kultur yang ada. “Sedikit demi sedikit, ekonomi warga tumbuh. Kini, setiap akhir pekan, desa kami ramai seperti Kota Medan. Banyak tetamu menikmati desa dengan sajian makanan yang kami hadirkan di Pasar Budaya. Transaksi bisa mencapai 200 juta dalam dua hari itu,” ungkapnya.

Festival Selayar Denai 2023 akan berlangsung pada 15 s.d. 19 November 2023. Rangkaian festival ini akan menghadirkan beragam penampilan budaya, mulai dari pakpong, barongsai, tari Melayu, rebana, layar tancap, Pasar Budaya, makan berjambar, hingga pameran bermacam produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Denai Lama.

Sumber : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(Red)