“Semoga dengan meminta maaf dan memberi maaf, kita mampu membersihkan hati kita menjadi suci dan bening kembali. Jauh dari prasangka dan praduga sehingga silaturrahmi semakin terpatri dan harmoni semakin bersemi,” ucap dia seusai sholat Ied Fitri 1445 H.
Di depan jamaah yang hadir, Amsakar mengajak untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT dan bersalawat kepada Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Seiring itu, ia berharap amal ibadah yang telah laksanakan sampai saat ini memberikan kemaslahatan baik bagi diri setiap pribadi, keluarga, daerah, agama maupun bagi bangsa dan negara tercinta.
“Tentu saja kita berharap kiranya ramadhan yang telah kita lalui menjadi ramadhan terbaik dalam hidup kita. Saya percaya, pasti ada isak tangis, pasti ada rasa kehilangan dan tentu saja ada pengharapan agar kita dipertemukan kembali dengan ramadhan yang akan datang,” ujarnya.
Sejak malam takbir, tahmid, dan tasbih terus menggema sebagai ungkapan ketundukan, kekhusukan, dan penghambaan kepada Allah SWT. “Ungkapan tersebut menggetarkan hati dan menggerakkan nilai spritualitas kita akan perjalanan ramadhan yang telah kita lalui,” ucap dia./Red.

