“Pola sikap, tindakan, dan perilaku Rasulullah SAW harus menjadi teladan bagi kita semua,” kata dia.

Acara itu juga menghadirkan penceramah kondang Ustaz Hilmi Firdausi. Dalam tausiahnya, Ustaz Hilmi Firdausi menyampaikan dan menekankan misi utama kerasulan Nabi Muhammad SAW. “Rasulullah bersabda, ‘innama buistu liutammima makarimal akhlaq’, yang artinya, sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia,” ucapnya.

Menurut Ustaz Hilmi, Rasulullah diturunkan di Makkah karena pada masa itu masyarakat hidup dalam perilaku jahiliyah. “Kalau di Batam, orang-orangnya soleh semua, makanya Rasul tidak turun di Batam,” katanya disambut tawa jemaah.

Ia menjelaskan, jahiliyah bukan berarti bodoh dalam intelektualitas. Banyak tokoh pada masa itu pintar, bahkan Abu Jahal dikenal sebagai ahli hukum, setara doktor hukum zaman sekarang. “Namun, ia digelari Abu Jahal karena menolak kebenaran,” ujarnya.

Ustaz Hilmi menambahkan, Rasulullah lahir di tengah masyarakat yang keras, bukan di negara besar seperti Romawi atau Persia, melainkan di Makkah yang kala itu dianggap antah-berantah. Tujuannya jelas, memperbaiki akhlak.

Selain memaparkan kisah Nabi Muhammad SAW, pada tausiahnya, Ustaz Hilmi pun memuji kondusivitas Batam yang terjaga dengan baik. “Saya sempat bertanya ke Pak Wali, bagaimana Batam? Dijawab kondusif, Alhamdulillah. Senang saya mendengarnya. Menyampaikan aspirasi boleh, itu hak konstitusional. Tapi harus dilakukan secara bermartabat, tidak merusak fasilitas umum, apalagi sampai anarkis,” katanya./Red.