Sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo, Amsakar juga mengungkapkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di kawasan Rempang dengan konsep asrama. Sekolah ini dirancang untuk mencetak generasi unggul yang dapat belajar secara optimal tanpa dibebani biaya pendidikan.

Di sektor infrastruktur, Amsakar merespons aspirasi masyarakat terkait rencana pembangunan jembatan penghubung antarpulau. Ia meminta Dinas Bina Marga untuk melakukan studi kelayakan secara menyeluruh agar proyek yang dibangun benar-benar memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Semua harus dikaji matang. Jangan sampai pembangunan justru mengganggu jalur pelayaran atau mata pencaharian nelayan dan penambang pancung. Jika hasil kajiannya baik dan mampu menggerakkan ekonomi wilayah, tentu kita dukung,” ujarnya.

Sementara itu, untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat pesisir, Pemko Batam juga terus memperluas pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pulau-pulau secara bertahap. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan di wilayah Bulang.

Pada kesempatan tersebut, Amsakar turut memaparkan capaian kinerja Pemerintah Kota Batam selama sebelas bulan terakhir. Ia menyebutkan sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, hingga realisasi investasi tahun 2024 yang mencapai 115,5 persen dari target.

“Fokus kami adalah menyelesaikan persoalan dasar seperti air bersih, banjir, dan sampah. Jika kebutuhan mendasar ini tertangani dengan baik, maka kualitas hidup masyarakat akan meningkat dan Batam bisa tumbuh lebih maju,” pungkasnya./Red.