Selanjutnya, kata dia, persoalan keteladanan dan kejujuran juga nyatanya mendemoralisasi birokrasi saat ini.
“Kasus penyimpangan prilaku birokrasi yang tidak amanah dan jujur seolah menjadi penanda kleptokrasi sesungguhnya,” kata dia.
Fiirman berharap, dengan kepengurusan baru ini, organisasi mampu menjalankan segala tugas dan fungsinya dengan baik demi memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia.
“Harapan besar kita, semoga dengan hadirnya pengurus baru ini mampu memberi kontribusi lebih besar untuk bangsa ini ke depan,” ujarnya.
Adapun banyak pihak menaruh harapan besar kepada organisasi ini utamanya di bawah kepemimpinan Firman Wijaya untuk lebih mewarnai dunia peradilan dalam memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.
Untuk itu, harapan besar MAHUPIKI dapat menempatkan kapasitasnya dalam memastikan keberlangsungan penegakan hukum itu sendiri dan tentunya dapat berfungsi sebagai mitra yang sangat strategis.
Sebelumnya, Firman Wijaya kini resmi menahkodai organisasi tersebut pasca Musyawarah Nasional MAHUPIKI ke-6 di Bali pada 20-23 Juni 2023.
Selain menggelar acara pelantikan, kegiatan juga dirangkaikan dengan acara Seminar Nasional dengan mengagendakan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sebagai pembicara kunci.
(Red)

